jump to navigation

Lebaran Part 3 : Matano Yatch Club October 25, 2007

Posted by Muhammad Arfan in : Sekedar Cerita , add a comment

Cuaca pagi ini begitu cerah, sekalipun gurat awan sudah menampakkan rona hitam pada beberapa gumpalannya. Cuaca seperti ini yang membuat beberapa orang enggan keluar dari lipatan kain tebal dalam kamar yang hangat. Bagaimana tidak? Cuaca ini membawa hawa dingin “tanggung” yang membuat tubuh ini malas bergerak. Apalagi klo pegangmi remote tv sama ada teh hangat sama pisang goreng….behhhh lapar…

Seandainya pagi ini tidak ada acara, mungkin saya akan termasuk dalam golongan orang-orang yang saya ceritakan di atas. Yeah sebuah acara, pagi ini saya harus memenuhi janji dengan kawan-kawan untuk berenang. Kebetulan juga tempat yang dipilih cukup menarik yaitu Matano Yatch Club (MYC). MYC kami dipilih karena tempat ini difasilitasi dengan perlengkapan rekreasi pantai yang cukup lengkap, jadi kami tak sekedar renang tentunya. Setelah menyelesaikan tugas rumah, sayapun segera berangkat menuju MYC.

 

Sepanjang jalan tidak berhenti saya memperhatikan keadaan disekeliling jalan yang dilalui. Ternyata Sorowako mengalami kemajuan yang pesat disetiap tahunnya. Lihat ke kiri ada puskesmas plus, lihat ke kanan ada jogging track. Ehhh..ehh..ehh..tepat mata ini melihat ke arah Sorowako Golf Club yang berada di kanan jalan, tiba-tiba hujan deras tertumpah dari langit. Ouhhh rejeki…segera kupacu motor dengan kencang bak Vallentino Rusak di layar kaca. 10 detik pertama sudah sampai portal bumper (bumi perkemahan), 10 detik kedua sudah sampai shelter bus buton (nama jalan-red)…Fuiiihhhh…

 

Tuinggg…Anehnya..ketika roda dua ini menyentuh perempatan jalan Jawa, tiba-tiba hujan berhenti mengguyur. Dan lebih anehnya lagi ternyata daerah ini belum tersentuh hujan sama sekali..duhhh hujan lokal bro…Wahhh, malumiki de liat-liat orang-orang basah sendiri..

 

Sesampai di MYC, mata ini segera menyisir keadaan. Rupanya teman-teman sudah tiba lebih dulu. Dari kejauhan, nampak keindahan danau Matano. Keindahan yang selalu terbayang ketika di daerah rantau.

 

Supaya rekreasinya lebih mantap, kami menyewa kayak (sejenis kano – red) untuk dipakai menyusuri pantai. Kami menyewa kayak sebanyak 2 unit, yang satu berkapasitas 3 orang dan yang lainnya berkapasitas 1 orang. Karena kami berjumlah 8 orang, maka kami terpaksa bergantian.

 

Oiiya saya absent lagi, pagi itu ada pank, lies cowok yang satu ini kuliah di Jogja tapi nda pernahka’ ketemu di Jogja malah ketemunya kalo di Sorowako..Aneh…, ivan, irro, wanto, one, ichink dan ombetz.

 

Setelah mengenakan rompi pelampung, rombongan pertama  segera bersiap. Yang mendapat giliran terdiri dari ichink, wanto, irro dan ombetz. Karena penulis berada dirombongan kedua maka cerita rombongan yang pertama dicukupkan sampai disini. Lanjuuttt….

 

Akhirnya tibalah giliran kami. Saya dan ivan memakai kayak yang berkapasitas 3 orang, tapi kami hanya berdua karena lies tidak berminat. Sedangkan kayak yang kapasitas satu orang dikendarai oleh One_cool.

 

Setelah posisi duduk di kayak sudah mantap, kamipun segera mendayung menuju kearah pantai C atau  lebih dikenal dengan nama pantai kupu-kupu. Suasananya sangat menyenangkan karena gerimis tengah mengguyur. Kelentikan titik hujan ketika menyentuh permukaan danau tampak begitu mempesona. Dan ziiinngggg….

 

Teringat kembali kisah pada zaman SMU dahulu. Pada saat itu saya, asty, riri, ivan dan irro pernah berenang dari pantai ide (nama pantai-red) sampai ke pantai kupu-kupu. Suatu prestasi yang memuaskan pada saat itu. Dan akhirnya kami memproklamirkan diri sebagai team baywatchnya SMU, walaupun mendapat banyak hujatan dari beberapa fans tapi kami biasa-biasa saja tuh. *sombong+narsis mode on*

 

Kayak kamipun melintasi pantai kupu-kupu, ternyata di tempat itu sudah diramaikan oleh beberapa kelompok keluarga. Walaupun gerimis tengah mengguyur, mereka merasa seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Sebenarnya berenang dikala hujan sangat mengasyikkan karena suhu air akan terasa hangat.

 

Setelah lelah berkeliling pantai, kamipun segera memutar haluan untuk kembali ke MYC. Sesampai di MYC, tak lupa kami melakukan ritual  penting dengan kamera. Walau hanya menggunakan kamera gadget.

 

Sebenarnya ada lomba yang de bikin ombetz, tapi berhubung lombanya bukan saya pemenangnya..nda usahmi ditulis…Tapi kalau ada yg mo tulis..yeah silakan…

 

Setelah puas bermain dengan pantai, kamipun segera berkemas. Tujuan kami selanjutnya adalah makan, sebelumnya kami tadi sempat buat janji dengan wanto untuk makan mie ayam dirumahnya. Ok deh prenn… kita duluan dulu ya….

 

 

*\.special thanks to: asty yang telah membantu ijin kami memakai MYC, Mr.Mario dan Mala_Mart atas ijin yang telah diberikan, Mr.Aswar dan bapak security MYC yang telah mengawasi kami sehingga kami tidak melakukan hal-hal yang aneh….

Lebaran part 1 : Tour de Pontada October 23, 2007

Posted by Muhammad Arfan in : sekedar muter , add a comment

Tak terasa hari ini adalah hari ke-3 dari perhelatan akbar tahunan yang sangat menyenangkan, dimana jadwal kunjungan silaturahim sudah tertata dengan rapi. Hari pertama dan kedua yang lalu saya habiskan dengan mengunjungi keluarga dekat, dan hari ketiga ini adalah hari berkunjung ke rumah teman-teman SMU dahulu.

 

Pagi itu telefon rumahku berdering, dengan bergegas segera kuangkat gagang telefon dan tiba-tiba ..“Pren, jadiji kerumahnya Dian nanti malam ka?”… Suara yang tak asing bagiku, suara tenor miris menyakitkan yang terdengar… Maaf irro le’… Yeah suara saudaraku irro, teman terbaik dan hanya satu di Sorowako, milik 2003. Lalu kujawab, “OKmi bro’..sa smsko saja nanti le’”, telefon pun segera kuletakkan ke tempat semula. Hmmm, berarti yang pertama dikunjungi adalah rumahnya dian. Siip lah, sekalian keliling pontada dan melihat-lihat kompleks SMU..

Kalau dipikir-pikir dan diingat-ingat dari tahun-ketahun, apami itu. Kepanitiaan yang tersusun rapi nan apik itu terjadi jikalau kami berkunjung ke rumah teman yang satu ini. Dimana rencana dan kegiatan senantiasa berciri rapi nan apik. Mulai jam keberangkatan sampai masalah transportasi, semua sudah dipersiapkan sehari sebelumnya.

 

Sebenarnya sebelumnya saya sudah ada janji untuk ke rumah yuni terlebih dahulu bersama bitox, marini dan asty. Tapi berhubung rumah yang akan dikunjungi berdekatan, maka sekalian sajalah biar beres.

 

Setelah dari Nurutaqwa, kijang biru segera melaju untuk menjemput para penumpang dan kemudian segera meluncur ke rumah saudari yuni. Di rumah yuni, kamipun disambut dengan baik dengan suguhan air karbonasi merah yang menyegarkan. Tidak beberapa lama kemudian azanpun berkumandang, kami berdua segera beranjak menuju Al Fath Pontada, untuk sholat isya berjamaah dan juga siapa tahu berjodoh ketemu bapak-ibu guru yang masih domisili di kompleks itu. Dan beruntungnya kami bertemu pak Yudho.. Mantap…

 

Susai sholat isya, kamipun segera kembali ke rumah yuni sambil menunggu teman-teman lain untuk silaturahim ke rumah dian, sesuai dengan yang direncanakan. Setelah sampai di rumah yuni, saya baru sadar di gadgetku sudah ada tiga pesan yang masuk. Kubaca dan kupahami ketiga pesan yang bernada sama itu, ternyata saya telah berbuat satu kesalahan fatal. Saya lupa tidak menjemput teman-teman yang lain di rumah sharie kecilMatima’ iyyaSealed

 

Segeralah saya dan bitox meluncur ke rumahnya sharie kecil. Sesampainya disana, kami segera minta maaf dan memohon agar mereka bisa ikut. Kami mengerti bahwa menunggu itu sangat membosankan. Maaf le para jilbabers…bukan maksud begitueee… Murni lupa dan miss understand

 

Kamipun segera menuju rumah saudari dian. Setelah sampai di rumah yang dituju, situasi rapi nan apik mulai nampak, yang akhwat (cewek-red) duluan masuk kemudian disusul yang ikhwan (cowok-red)..Biasanya ma’dampolla kaya di kapal laut..Tongue out

 

Berhubung sudah ada tamu lebih dulu, maka kami menempati ruangan tengah dengan posisi ikhwan di sebelah kiri dekat dengan pintu tengah yang kalau dibuka lebar itu pintu tengah terjepitmi irro sama ichink.. dehh…Sealed dan akhwat disebelah kanan, sangat teratur sekali. Belum beberapa lama kami berbicara, suguhan es buah sudah tersaji dalam wadah besar dan diikuti oleh beberapa gelas kecil. Tapi anehnya semua hanya melihat dan diam, kemudian ibunya dian mempersilahkan, “Silahkan dicicipi de”. Baru kemudian beberapa akhwat mulai membagikan jatah es buah kami satu-persatu di dalam gelas. Betul-betul rapi nan apik…Biasanya nda ada komando, langsung ma’garu sampe lupa mana sendok mana gelas..Innocent

 

Setelah tamu yang lain sudah pulang, para ikhwan disilahkan untuk menempati ruang tamu. Kamipun segera ke ruang tamu, pak Adiyono sudah menunggu kami untuk sekedar ngobrol ringan sebagai salah satu orang tua dari teman kami. Supaya dinamika majelis tidak hambar, kamipun berusaha mengimbangi pembicaraan. Pertama kali “bola” dipegang ivan kemudian dioper kepada bitox dilanjutkan kepada arfan dan kemudian…ngawur ini penulisWink

 

Setiap perkataan bapak ini sungguh sangat mencerahkan mulai dari kehidupan di lingkungan kerja sampai lingkup masyarakat. Saya masih ingat ada satu statement yang menurutku mencerahkan tapi agak lucu. Begini bunyinya, “Sebaiknya adik-adik cepat lulus…Jangan terlalu lama di kampus… Mungkin kalau desember sudah cukup lama untuk kalian”….Tekkkk. Beberapa dari kami mulai mengangkat kepala dan tersenyum aneh, tidak jelas apa artinya..Sebenarnya mauka ketawa keras tapi nda enak, mau nda ketawa takut hilang moment berharganya nanti.. sudami senyum-senyum simpul saja dirumahpi baru ketawa….Laughing

 

Oiiiyaa saya lupa, saya absen dulu peserta malam itu, ada pank, bitox, ulla, ivan, ombetz, ichink, i5k, qrman, one, iksan, asty, anna, marini, sharie kecil, asmi, syufee, alfia, pipin dan dian sebagai tuan rumah.

 

Setelah beberapa saat berbincang-bincang, kamipun segera pamit untuk pulang. Sebenarnya sech setelah ini ada acara makan pizza di rumahnya sharie. Tapi berhubung saya sakit perut akut dan keesokan harinya asty dan bitox sudah harus masuk kerja pagi. Yahh, saya duluan teman-teman….Sampai jumpa di acara selanjutnya

 

Ehhh..siapa mo cerita pas makan pizza…Wink

Lebaran Part 2 : Ngurah Rai bersama Bu Vinka October 21, 2007

Posted by Muhammad Arfan in : sekedar muter , add a comment

Entah kenapa harus bu guru yang satu ini yang kami pilih. Kalo diliat-liat, dirasa-rasa dan dirunut ide ini bermula dari ombetz sebagai ketua panitia tahun ini dengan tidak bosan-bosannya. Kalo mau tau alasannya, kenapa bu vinka? Silahkan menyakan langsung ke orang yang bersangkutan.

 

Sesuai dengan rencana panitia, kami akan berkumpul seusai sholat magrib di rumahnya saudari alfia. Tapi sodara-sodara kotaumito anak sorowako selalu datang pada waktu yang tepat alias tidak tepat waktu, datang terakhir seperti “jagoan” sinema laga di layar kaca. Lalu berkata, “Kenapa blum berangkat ko?” pasti gagah anaknya yang bilang begitu..

Akhirnya peserta berkumpul ada pank, bitox, asty, marini, ivan, irro, ichink, i5k, ithink, one, suqir, iksan, anna, ombetz, sharie kecil, nime, alfia, asmi, syufee, pipin siapa lagi le’ ada kayaknya salupa (narksis –> enable). Setelah lengkap kami segera menuju ke rumah bu Vinka. Sebagai sopir teladan saya bertanya, “Siapa yang masih ingat rumahnya bu Vinka?“, ada berbagai tanggapan dari arah belakang, “Jalan Ngurah Rai, yang pendakian itue“…. “Keliatanji itu, masih saingat-ingat jie“… “Kalo bukan nomer 9 nomor 12 mungkin itu“… “Ah nda sataumi juga salupa-lupami“…. mendengar tanggapan itu sang sopir mulai mencium bau-bau kesesatan yang nyata… kebiasaan lama always SoTak (Sok Tahu – red)

 

Kijang biru mulai melitasi depan SMU YPS tercinta, tikungan Ngurah Rai mulai terlihat di bahu kiri jalan. Suasana hening sejenak ketika mobil mulai merayap di tanjakan cukup parah itu sehingga mengharuskan sopir memasang gigi rendah. Ketika mulai terlihat satu rumah mulailah satu persatu suara-suara penumpang sayup terdengar, “Dekatmi…“… “Itu kayaknya bozzz yang ada mobilnya”… “Ahh..bukan itu kayaknya agak jauh-jauh sedikit ke dalam”…. “Behhh, yang mana ka?” Kesesatan yang nyata sudah mulai tampak sodara-sodara

 

Setelah didiskusikan sebentar akhirnya kami yakin rumahnya adalah yang nomer D09, One dan beberapa teman mulai mengetuk pintu. Teman-teman yang lain sibuk dengan kameranya berpose bak artis ta’lettu (tak sampai – red), mulai dari gaya yang fotogenik sampai fotogenit, mulai dari depan jalan raya sampai ke halaman D09 dan saya yakin seyakin-yakinnya tidak ada lagi sudut yang terlewat dari kamera itu. Klo itu kamera bisa bicara, nda taumi..menyesal mungkin jadi kamera

 

Sudah lama rasanya kami mengetuk pintu bergantian, tapi tak ada sosok yang muncul dari balik pintu itu, setelah berembuk kamipun segera naik ke mobil dan memutuskan untuk segera pulang, mungkin tidak berjodoh untuk hari ini.Tapi baru beberapa meter kendaraan kami beranjak dari D09 tiba-tiba ada yang bersuara dari arah belakang, ”Eh itu kayanya rumahnya bu Vinka, itu mobil suaminya..Departemen EHS to?” sebagai sopir perasaanku sudah tidak enak. masak salah rumah….D11 oh noo

 

Setelah memarkir mobil di depan D11, dua orang teman mulai mengetuk pintu. Dag..Digg..Duuugg…Preett…bagaimana mungkin salah? tak lama kemudian muncul sosok yang tak asing… Tedeengg… BU VINKA oiiii..suit..suit…apa maksudnya ini penulis…

 

Ternyata hadirin kasus salah rumah pecah juga… Sudah salah rumah, baterai kamera habis dirumahnya orang… Tapi itumi kelebihannya, tinggal pasang muka tembok semua beres.

 

Satu persatu kami memasuki rumah ibu guru yang satu ini. Setelah duduk manis pudink dan sirup manis mulai datang satu persatu, kemudian dilanjutkan dengan cerita panjang x lebar. Belum lama bercerita, kami mendengar ketukan pintu dari sudut ruangan. Ternyata ada tamu bu Vinka segera membukakan pintu, satu persatu mereka muncul dari balik pintu… Eh..eh..eh … Tak disangka dan diduga rupanya opa Tapo’ cs, ada mamank, helo, uphe, bothenk, rapi. Sudahmi ramenya kaya’ pasar subuh di dermaga.. pasti kacau ini

 

Sungguh dinamika obrolan malam itu nyaris tanpa ujung, setiap kami berkumpul selalu ada bahan yang menarik untuk didiskusikan. Entah kenapa kebersamaan kami selalu mengalami dejavu setiap tahunnya, tidak ada yang berubah. Ibu guruku yang satu ini terus mengingat-ingat masa SMU kami, walaupun kadang keliru menyebut nama dan angkatan. Tapi kami sangat maklum, karena setiap angkatan mempunyai roman dan rupa yang berbeda setiap tahunnya.

 

Setelah kami rasa cukup kamipun segera pamit dengan bu Vinka dan anaknya raihan dan juga anak perempuanya tapi salupa namanya, kasih nama saja beine. Diluar hujan masih cukup deras tapi kami harus cepat pulang, takut terlalu malam sampai dirumah masing-masing. Setelah selesai mengantar sampai depan rumah masing- masing ke rumah, maka selesailah tugas saya…Kemana lagi kita besok?

 

Bagaimana pren..siapa panitia tahun depan????