Lebaran part 1 : Tour de Pontada

sekedar muter Add comments

Tak terasa hari ini adalah hari ke-3 dari perhelatan akbar tahunan yang sangat menyenangkan, dimana jadwal kunjungan silaturahim sudah tertata dengan rapi. Hari pertama dan kedua yang lalu saya habiskan dengan mengunjungi keluarga dekat, dan hari ketiga ini adalah hari berkunjung ke rumah teman-teman SMU dahulu.

 

Pagi itu telefon rumahku berdering, dengan bergegas segera kuangkat gagang telefon dan tiba-tiba ..“Pren, jadiji kerumahnya Dian nanti malam ka?”… Suara yang tak asing bagiku, suara tenor miris menyakitkan yang terdengar… Maaf irro le’… Yeah suara saudaraku irro, teman terbaik dan hanya satu di Sorowako, milik 2003. Lalu kujawab, “OKmi bro’..sa smsko saja nanti le’”, telefon pun segera kuletakkan ke tempat semula. Hmmm, berarti yang pertama dikunjungi adalah rumahnya dian. Siip lah, sekalian keliling pontada dan melihat-lihat kompleks SMU..

Kalau dipikir-pikir dan diingat-ingat dari tahun-ketahun, apami itu. Kepanitiaan yang tersusun rapi nan apik itu terjadi jikalau kami berkunjung ke rumah teman yang satu ini. Dimana rencana dan kegiatan senantiasa berciri rapi nan apik. Mulai jam keberangkatan sampai masalah transportasi, semua sudah dipersiapkan sehari sebelumnya.

 

Sebenarnya sebelumnya saya sudah ada janji untuk ke rumah yuni terlebih dahulu bersama bitox, marini dan asty. Tapi berhubung rumah yang akan dikunjungi berdekatan, maka sekalian sajalah biar beres.

 

Setelah dari Nurutaqwa, kijang biru segera melaju untuk menjemput para penumpang dan kemudian segera meluncur ke rumah saudari yuni. Di rumah yuni, kamipun disambut dengan baik dengan suguhan air karbonasi merah yang menyegarkan. Tidak beberapa lama kemudian azanpun berkumandang, kami berdua segera beranjak menuju Al Fath Pontada, untuk sholat isya berjamaah dan juga siapa tahu berjodoh ketemu bapak-ibu guru yang masih domisili di kompleks itu. Dan beruntungnya kami bertemu pak Yudho.. Mantap…

 

Susai sholat isya, kamipun segera kembali ke rumah yuni sambil menunggu teman-teman lain untuk silaturahim ke rumah dian, sesuai dengan yang direncanakan. Setelah sampai di rumah yuni, saya baru sadar di gadgetku sudah ada tiga pesan yang masuk. Kubaca dan kupahami ketiga pesan yang bernada sama itu, ternyata saya telah berbuat satu kesalahan fatal. Saya lupa tidak menjemput teman-teman yang lain di rumah sharie kecilMatima’ iyyaSealed

 

Segeralah saya dan bitox meluncur ke rumahnya sharie kecil. Sesampainya disana, kami segera minta maaf dan memohon agar mereka bisa ikut. Kami mengerti bahwa menunggu itu sangat membosankan. Maaf le para jilbabers…bukan maksud begitueee… Murni lupa dan miss understand

 

Kamipun segera menuju rumah saudari dian. Setelah sampai di rumah yang dituju, situasi rapi nan apik mulai nampak, yang akhwat (cewek-red) duluan masuk kemudian disusul yang ikhwan (cowok-red)..Biasanya ma’dampolla kaya di kapal laut..Tongue out

 

Berhubung sudah ada tamu lebih dulu, maka kami menempati ruangan tengah dengan posisi ikhwan di sebelah kiri dekat dengan pintu tengah yang kalau dibuka lebar itu pintu tengah terjepitmi irro sama ichink.. dehh…Sealed dan akhwat disebelah kanan, sangat teratur sekali. Belum beberapa lama kami berbicara, suguhan es buah sudah tersaji dalam wadah besar dan diikuti oleh beberapa gelas kecil. Tapi anehnya semua hanya melihat dan diam, kemudian ibunya dian mempersilahkan, “Silahkan dicicipi de”. Baru kemudian beberapa akhwat mulai membagikan jatah es buah kami satu-persatu di dalam gelas. Betul-betul rapi nan apik…Biasanya nda ada komando, langsung ma’garu sampe lupa mana sendok mana gelas..Innocent

 

Setelah tamu yang lain sudah pulang, para ikhwan disilahkan untuk menempati ruang tamu. Kamipun segera ke ruang tamu, pak Adiyono sudah menunggu kami untuk sekedar ngobrol ringan sebagai salah satu orang tua dari teman kami. Supaya dinamika majelis tidak hambar, kamipun berusaha mengimbangi pembicaraan. Pertama kali “bola” dipegang ivan kemudian dioper kepada bitox dilanjutkan kepada arfan dan kemudian…ngawur ini penulisWink

 

Setiap perkataan bapak ini sungguh sangat mencerahkan mulai dari kehidupan di lingkungan kerja sampai lingkup masyarakat. Saya masih ingat ada satu statement yang menurutku mencerahkan tapi agak lucu. Begini bunyinya, “Sebaiknya adik-adik cepat lulus…Jangan terlalu lama di kampus… Mungkin kalau desember sudah cukup lama untuk kalian”….Tekkkk. Beberapa dari kami mulai mengangkat kepala dan tersenyum aneh, tidak jelas apa artinya..Sebenarnya mauka ketawa keras tapi nda enak, mau nda ketawa takut hilang moment berharganya nanti.. sudami senyum-senyum simpul saja dirumahpi baru ketawa….Laughing

 

Oiiiyaa saya lupa, saya absen dulu peserta malam itu, ada pank, bitox, ulla, ivan, ombetz, ichink, i5k, qrman, one, iksan, asty, anna, marini, sharie kecil, asmi, syufee, alfia, pipin dan dian sebagai tuan rumah.

 

Setelah beberapa saat berbincang-bincang, kamipun segera pamit untuk pulang. Sebenarnya sech setelah ini ada acara makan pizza di rumahnya sharie. Tapi berhubung saya sakit perut akut dan keesokan harinya asty dan bitox sudah harus masuk kerja pagi. Yahh, saya duluan teman-teman….Sampai jumpa di acara selanjutnya

 

Ehhh..siapa mo cerita pas makan pizza…Wink

Leave a Reply

WP Theme & Icons by N.Design Studio
Entries RSS Comments RSS Log in