Sindikasi Berita : Update 16 nov 07 –> 05.30 Waktu Jogja
Hari merupakan hari kedua dari pelaksanaan mogok kerja di areal pertambangan PT INCO. Walaupun saya berada di luar Sorowako, bukan berarti saya tidak perlu mengetahui keadaan terakhir dari kampung tercinta saya ini. Berita hanya saya dapatkan dari “My Luv mom” plus berita dari TV dan beberapa portal-portal berita di dunia maya.
Berikut adalah sindikat berita yang saya kumpulkan dibantu dengan oleh “myBlackAcer” + Kopi Burjo + Akses Internet Kos-kosan :
Karyawan Inco Mogok KerjaAktivitas Pertambangan Lumpuh Total
Malili, Tribun – Ribuan karyawan yang tergabung dalam Serikat Pekerja Kimia, Energi, dan Pertambangan (SP KEP) PT International Nickel Indonesia (Inco) CVRD Soroako, Kabupaten Luwu Timur (Lutim) menggelar aksi mogok kerja, Kamis (15/11).
Aksi mogok kerja dimulai sekitar pukul 06.00 wita dan dipusatkan di dua tempat, pintu (Gate) 1 areal tambang Inco dan pelabuhan Inco di Balantang, Kecamatan Malili. Akibatnya, aktivitas pertambangan di perusahaan tambang nikel terbesar di Indonesia ini lumpuh total.
Kerugian akibat aksi mogok kerja para karyawan ini diperkirakan hingga ratusan miliar rupiah. Aksi mogok kerja karyawan kali ini adalah yang terbesar selama perusahaan tersebut beroperasi di Lutim sejak tahun 1969.
Pihak SP KEP menyatakan akan terus melakukan mogok kerja jika tuntutan mereka belum dipenuhi pihak perusahaan. “Kami baru mau bekerja kembali jika tuntutan kami telah dipenuhi,” kata Ketua SP KEP PT Inco, A Karman, kepada wartawan.
Dalam pernyataan sikapnya, ada empat poin yang dituntut oleh SP.KEP yaitu, pihak SP,KEP menginginkan adanya formula baru mengenai pembagian keuntungan yang diperoleh perusahaan sehingga setiap tahunnya mereka mendapatkan bonus dari pembagian keuntungan tersebut.
Menuntut adanya bonus dari pengambilalihan saham Inco sebesar 75 persen dari pemilik lama, PT Inco TBK (Kanada) ke pemilik baru PT Inco CVRD (Brasil). Besarnya bonus yang diharapkan setara dengan tiga bulan gaji mereka.
“Harus ada rekruitmen internal. Artinya, pengisian jabatan-jabatan lowong diisi oleh karyawan yang telah mengabdi di Inco selama puluhan tahun dan adanya upaya pengembangan SDM bagi karyawan sehingga dapat mengisi sejumlah jabatan strategis yang lowong,” kata Karman.
Karman menuturkan, selama ini, pihak PT Inco tidak pernah memberi kesempatan bagi keryawan khususnya putra untuk mengisi jabatan-jabatan strategis di perusahaan tersebut.
“Jika ada jabatan strategis yang lowong, selalu dilakukan penerimaan karyawan baru dan parahnya lagi penerimaan karyawannya di lakukan di daerah Jawa tidak merekrut putra daerah. Jika dikatakan SDM putra daerah kurang yah tolong dng latih kami,” kata Karman.
Siswa SMA
Selain mengakibatkan lumpuhnya aktivitas pertambangan, aksi mogok kerja karyawan Inco ini juga berdampak banyaknya siswa SMA di Kecamatan Wasuponda, Towuti, dan Kecamatan Malili tidak masuk sekolah karena bus milik Inco yang sehari-hari mengangkut mereka juga tidak beroperasi.
Hingga pukul 20.00 wita, aksi mogok kerja karyawan Inco ini masih berlangsung. Bupati Lutim, A Hatta Marakarma, dikabarkan akan memfasilitasi pertemuan antara pihak PT Inco dengan SP.KEP.
Tuntut Bonus, Karyawan PT Inco Mogok KerjaLaporan: Widyabuana.
Makassar, Tribun – Hari ini, sekitar 1.000 karyawan PT Inco, melakukan mogok kerja terkait dengan sejumlah tuntutan mereka. Hal ini disampaikan oleh Ketua SPSI Luwu Timur, Umar Ranggo, yang dihubungi Tribun per telepon.
Ranggo mengaku, sejumlah karyawan PT Inco mendatanginya tadi malam dan membicarakan soal pemogokan tersebut. “Salah satu tuntutannya adalah pemberdayaan tenaga kerja lokal dan bonus kerja,” katanya.
Namun, meski terjadi pemogokan, lanjut Ranggo, aktivitas kerja tidak terganggu di semua bagian unit PT Inco. Sebanyak 60,8 persen saham Perseroan dimiliki oleh Inco Limited dari Kanada, satu produsen nikel terkemuka di dunia dan 20,1 persen oleh Sumitomo Metal Mining Co.,Ltd., Jepang, sebuah perusahaan tambang dan peleburan penting. Selain itu, 20,0 persen saham PT Inco dimiliki publik dan selebihnya oleh empat perusahaan Jepang lain. (*)
Sekitar 500 Karyawan Inco Mogok Kerja
Jakarta (ANTARA News) – Sekitar 500 orang karyawan PT International Nickel Indonesia Tbk (Inco) melakukan mogok kerja di lokasi tambang nikel perseroan di Soroako, Sulawesi Selatan, dipicu oleh ketidakpuasan mereka atas “profit sharing” atau bonus yang diberikan oleh perusahaan asing tersebut.
“Mogok kerja ini dilakukan oleh mereka yang tergabung dalam serikat pekerja FSP-KEP UK PT Inco. Dari 3.400 orang karyawan yang bekerja di lokasi tambang di antaranya 500 orang melakukan mogok kerja,” kata Media Relation PT Inco, Jannus Siahaan, di Jakarta, Kamis.
Menurutnya, manajemen perseroan dan perwakilan serikat pekerja saat ini tengah membicarakan tuntutan tersebut, namun belum mencapai kesepakatan. “Bahkan bupati setempat telah menjadi mediator untuk menjembatani kepentingan kedua belah pihak,” katanya.
Jannus tidak bersedia menyebutkan berapa besar bonus atau “profit sharing” yang diminta para keryawan Inco. “Sampai saat ini kami terus melakukan pembicaraan dengan karyawan dan mudah-mudahan tercapai kata sepakat,” ujarnya.
Dia menambahkan secara keseluruhan mogok kerja tersebut tidak mengganggu operasional perusahaan. “Sebagian kegiatan pertambangan dan proses pengolahan di lokasi tambang perseroan tetap berlangsung, namun hasilnya tidak seoptimal seperti biasanya (normal),” kata Jannus.(*)
Copyright © 2007 ANTARA
Gangguan Kerja Dari Sebagian Besar Karyawan PT Inco Tbk di Sorowako
JAKARTA, 15 November 2007 (ANTARA) — PT International Nickel Indonesia Tbk (“PT Inco” atau “Perseroan”) hari ini melaporkan bahwa sejumlah karyawan di lokasi tambang Perseroan di Sorowako pagi ini meninggalkan pekerjaannya dalam upaya meminta Perseroan agar menerima tuntutan serikat pekerja atas tambahan kompensasi.
Mogok kerja ini dilakukan oleh mereka yang tergabung dalam Serikat Pekerja FSP-KEP UK PT Inco.
Manajemen Perseroan dan perwakilan Serikat Pekerja saat ini tengah membicarakan tuntutan tersebut namun belum mencapai kesepakatan.
Sebagian kegiatan pertambangan dan proses pengolahan di lokasi tambang Perseroan di Sorowako akan terus berlangsung. Perseroan tetap mengharapkan karyawan untuk kembali bekerja secepat mungkin.
Informasi lebih lanjut dapat menghubungi:
Media Relations : Jannus Siahaan (6221) 524 9000
Investor Relations : Indra Ginting (6221) 524 9002
atau: www.pt-inco.co.id
Copyright © 2007 ANTARA





