Instan Ceria…
Assalamu ‘Alaykum…
Hoaaahh…tak terasa waktu terus termakan dengan usianya.. Saat ini terpikir olehku beberapa asa yang akan segera diwujudkan setelah mendapat gelar es teh… Berbagai rencana sdh tersusun rapi mulai dari melanjutkan studi sampai abroad ke negeri orang. Sebenarnya ada rencana juga mau langsung menggarap usaha kecil-kecilan di kampung untuk mempersembahkan kontribusi terbaik dengan ilmu yang dimiliki… Bagiku kesuksesan terukur dari persembahan kontribusi yang diberikan kepada umat di sekitar kita… Jangan menjadi batu yg membuat orang tersandung, jangan menjadi sampah yang menjadikan orang tak nyaman. Tapi entah mengapa ketakutan kadang datang meracuni pikiran kita tentang masa depan… “Aduh gimana nanti setelah lulus, mau jual cendol gw g bisa bikinnya”… “Coba masuk INCO g mungkin, karena hanya mempunyai sertifikat S1 *Susyeh Saturusnya* dan tidak memiliki sertifikat D3 *Dalle, Doi’, Dekkeng*… “Jadi PNS gw g ada backingan, duit tak ada surat sakti g bisa keluar”… “Daftar ke Angkatan Udara, postur tubuh bergelambir”… “Daftar ke perusahaan bonafid, kitanya dari universitas g terkenal *g masuk world top rank sech*…. trus apa dunk… “Jadi Perompak pun tak bisa karena wajah bertipe rentan kena palak… maling djemuran masih bisa mungkin”…. tapi alangkah sedihnya hati, 5 taon kuliah bisanya jadi maling djemuran… g keren dan hmmmmfffff….. Entah bener ato gak…es teh sekarang berbeda dengan jaman tukang insinyur dolo…. Dahulu hubungan orang tua n anak terjalin dengan beberapa lembar kertas yg isinya tinta hati keduanya.. Awal bulan nunggu wesel yang sering telat datangnya.. mau makan masak dolo dan itupun harus dihitung2 biar pas belanjaannya… pakaian di cuci sendiri… pulang kampong tak pernah terpikirkan.. hidup seadanya namun bersahaja.. …. Sekarang… Orang tua n anak dh poenya hamponk yg kadang telpon malaz jawabx…. Awal bulan selalu ceria karena pundi-pundi sdh terisi dengan proses pengiriman hanya beberapa detik… hidup seadanya ada namun masih ada yg keliatan kere… pulang kampong sdh terjadwal dengan baik…mau makan tinggal beli dan klo lagi malez pake deliperi serpis ato drive thrue… pakaian tinggal bawa ke laundry ato klo lagi malas tinggal pake layanan antar jemput… Wuiiihh keren….*sesibuk apa sech mahasiswa*….. Tanpa sadar….kepraktisan zaman ini telah merubah hidup kita menjadi serba instan seperti indomie goreng dan nasi goreng instan… Enak iya, tapi akan menjadi candu dan racun yang menggrogoti tubuh *begitu kata dokter londo yg mengaku benci indomie goreng*… Hal ini pula yg mempengaruhi kualitas tempa lulusan es teh sekarang… penyakit militansi lemah disertai komplikasi gaya hedon dan jadilah lengkap indomie goreng dicampur masako + coke sebagai minumannya .. rasa g karuan, tubuh rontok seketika iya…*mending makan oseng-oseng daun bambu* Tak ada yg disalahkan dengan situasi instan seperti ini, apalagi dalam dunia praktis ini… bisnis instan, bonus instan, mi instan, telkomnyet instan, manusia instan, generasi instan, skripsi instan *woaahhhhh………..kok bisa ada ya….*….ambruk Kalo begini terus…Hancurlah peradaban manusia, karena beberapa abad lagi anak cucu hanya menemukan indomie instan sebagai peninggalan sejarah zaman ini…. *Hidup mie instan





