Muhammad Arfan

torehan ga penting…

Kebohongan Publik!!Ah masak sech???

Hmmmff….Entah mengapa beberapa hari ini saya candu sekali memantau perkembangan Sorowako. Mungkin karena saya dari TK sampai SMA di sana y… Semua sumberdaya saya lakukan mulai baca email, baca sindikat berita, googling, blogwalking sampai menginstall planet aggregator di server untuk sekedar mencari informasi mengenai Sorowako terutama tentang aksi mogok kerja.

Tetapi setelah beberapa hari mengikuti sindikat berita, rasanya bagiku ada sesuatu yang janggal. Namun apakah itu???

Akhirnya pagi tadi saya mulai menemukan titik terang setelah membaca email dari seorang yang mengaku sebagai salah satu peserta aksi mogok kerja. Saya agak terlambat membaca karena email ini sempat tersesat di folder bulk. Ternyata apa yang diungkapkan sama seperti apa yang kurasakan.

Beberapa pemberitaaan dimedia massa yang sangat jauh dari keadaan yang terjadi dilapangan. Mulai jumlah peserta mogok kerja sampai keadaan asap yang membumbung tinggi di perusahaan itu. Tentunya akan sangat membuat bingung para pembaca berita. Dari media A dan media B terdapat perbedaan data yang sangat mencolok padahal berada dalam satu lapangan. Sungguh membingungkan….

Berikut petikan isi email dari saudara ***n:

“……Ada yg perlu di garis bawahi dalam aksi mogok ini adalah jumlah karyawan yg mogok, hampir semua media yg aku baca baik di internet maupun media etak mengatakan 500 karyawan, tetapi fakta yg ada di lapangan dan hasil ata yg ikut demo adalah 2.500 LEBIH karyawan. saya tidak mengeti apa wartawan yg cari informasi atau wartawan yg diberikan informasi dari bapak **n***, memberikan berita yg tidak sesuai data yg ada. dari media maya yg memberikan informasi akuratbhanya di www.metrotvnews.com. sekedar info hari kamis besok, rencana dari pihak FK. PAS juga bergabung dengan SP KEP tuk aksi besar2an……..”

Sebagai mantan jurnalis kampus yang dipecat karena boikot musang …waduh luka lama bersemi kembali, saya tertarik untuk membahas masalah ini sedikit….dikit sekali

Dalam dunia jurnalistik kita biasa mendengar istilah kebohongan publik. Secara kasar dapat diartikan sebagai salah satu bentuk kebohohongan yang sengaja dimuntahkan untuk membentuk opini yang salah pada masyarakat. Saya tidak menuduh bahwa dalam kasus ini terdapat kebohongan publik tapi saya yakin dalam kasus ini ada pelanggaran kode etik jurnalistik. Kenapa demikian??

Saya tertarik untuk menuliskan kembali kode etik jurnalistik yang harus diingat kembali oleh para jurnalis sedikit bernostalgia dengan buku putihnya. Berikut petikan point-pointnya :

 

- Jurnalis menghormati hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar.

- Jurnalis senantiasa mempertahankan prinsip-prinsip kebebasan dan keberimbangan dalam peliputan dan pemberitaan serta kritik dan komentar.

- Jurnalis memberi tempat bagi pihak yang kurang memiliki daya dan kesempatan untuk menyuarakan pendapatnya.

- Jurnalis hanya melaporkan fakta dan pendapat yang jelas sumbernya.

Pasal 16

Wartawan Indonesia menyadari sepenuhnya bahwa penataan Kode Etik Jurnalistik ini terutama berada pada hati nurani masing-masing.

 

Dari beberapa point diatas dapat diketahui bahwa attitude para jurnalis merupakan komponen yang sangat penting dalam mencetak sebuah berita. Berita yang berimbang dan bermutu pasti terlahir dari jurnalis yang memiliki attitude yang baik, demikian pula sebaliknya. Ujian terhadap iman dan idealisme akan terlihat disini. Yeah, jurnalis juga manusia, tidak terlepas dari salah dan khilaf….

Dalam beberapa tulisan berita dimedia massa terdapat beberapa pengambilan narasumber yang tidak berimbang. Kondisi dilapangan tidak sesuai dengan statement yang dilontarkan oleh salah satu pihak narasumber. Akhirnya terjadi pembiasan informasi yang cukup fatal, yang akhirnya berimbas pada tingkat kepercayaan masyarakat. Karena perlu diketahui bahwa kebohongan publik merupakan ciri lemahnya integritas dan sangat mengecewakan amanah pemberitaan kepada masyarakat luas. Tapi saya merasa ini hanya permasalahan ketidakberimbangan saja kok…

Terlepas dari itu, hendaknya keberimbangan penulisan berita pada media harus senantiasa dijaga. Jangan sampai simbiosis mutual trust yang terjalin dengan masyarakat putus hanya karena kurang jeli menjaga keberimbangan dalam peliputan.

Perlu diingat bahwa para jurnalis memiliki fungsi kontrol sosial dalam membentuk opini publik. Apapun yang ditulis oleh para wartawan di media cetak akan menjadi isu terhangat hari itu. Orang-orang akan membicarakannya dikantor, kampus, sekolah, angkringan , burjo dan berbagai tempat dibelantara dunia maya.

Teruntuk para petinggi yang mempunyai hak bicara terhadap suatu permasalahan. Hendaknya supaya lebih arif dalam memberikan jawaban. Jangan sampai melakukan kebohongan publik dalam rangka privatisasi perusahaan. Sebab jawaban dari seorang petinggi, akan menjadi kutipan penting disemua media massa. Dahulu kebohongan publik bisa dilakukan karena pihak terkait dapat memanajemen isu dengan baik dengan pertimbangan kemaslahatan. Tapi sekarang??dimana jalur informasi sudah demikian canggihnya…Susah bro…

“Mogok kerja jangan dijadikan precedent dalam setiap permasalahan karyawan“…

Apakah kebohongan publik bisa dijadikan precedent dalam menyelesaikan permasalahan mogok kerja karyawan??

TANYA KEN APA…..

 

Nb : “Shoot the Message, not the Messenger…Not AdHominem”

Smoga cepat Selesai y…

22 November 2007 at 10:44 - Comments

Sindikasi Berita : Update 16 nov 07 –> 05.30 Waktu Jogja

Hari merupakan hari kedua dari pelaksanaan mogok kerja di areal pertambangan PT INCO. Walaupun saya berada di luar Sorowako, bukan berarti saya tidak perlu mengetahui keadaan terakhir dari kampung tercinta saya ini. Berita hanya saya dapatkan dari “My Luv mom” plus berita dari TV dan beberapa portal-portal berita di dunia maya.

Berikut adalah sindikat berita yang saya kumpulkan dibantu dengan oleh “myBlackAcer” + Kopi Burjo + Akses Internet Kos-kosan :

 

Karyawan Inco Mogok KerjaAktivitas Pertambangan Lumpuh Total

Malili, Tribun – Ribuan karyawan yang tergabung dalam Serikat Pekerja Kimia, Energi, dan Pertambangan (SP KEP) PT International Nickel Indonesia (Inco) CVRD Soroako, Kabupaten Luwu Timur (Lutim) menggelar aksi mogok kerja, Kamis (15/11).

Aksi mogok kerja dimulai sekitar pukul 06.00 wita dan dipusatkan di dua tempat, pintu (Gate) 1 areal tambang Inco dan pelabuhan Inco di Balantang, Kecamatan Malili. Akibatnya, aktivitas pertambangan di perusahaan tambang nikel terbesar di Indonesia ini lumpuh total.

Kerugian akibat aksi mogok kerja para karyawan ini diperkirakan hingga ratusan miliar rupiah. Aksi mogok kerja karyawan kali ini adalah yang terbesar selama perusahaan tersebut beroperasi di Lutim sejak tahun 1969.
Pihak SP KEP menyatakan akan terus melakukan mogok kerja jika tuntutan mereka belum dipenuhi pihak perusahaan. “Kami baru mau bekerja kembali jika tuntutan kami telah dipenuhi,” kata Ketua SP KEP PT Inco, A Karman, kepada wartawan.

Dalam pernyataan sikapnya, ada empat poin yang dituntut oleh SP.KEP yaitu, pihak SP,KEP menginginkan adanya formula baru mengenai pembagian keuntungan yang diperoleh perusahaan sehingga setiap tahunnya mereka mendapatkan bonus dari pembagian keuntungan tersebut.

Menuntut adanya bonus dari pengambilalihan saham Inco sebesar 75 persen dari pemilik lama, PT Inco TBK (Kanada) ke pemilik baru PT Inco CVRD (Brasil). Besarnya bonus yang diharapkan setara dengan tiga bulan gaji mereka.
“Harus ada rekruitmen internal. Artinya, pengisian jabatan-jabatan lowong diisi oleh karyawan yang telah mengabdi di Inco selama puluhan tahun dan adanya upaya pengembangan SDM bagi karyawan sehingga dapat mengisi sejumlah jabatan strategis yang lowong,” kata Karman.

Karman menuturkan, selama ini, pihak PT Inco tidak pernah memberi kesempatan bagi keryawan khususnya putra untuk mengisi jabatan-jabatan strategis di perusahaan tersebut.
“Jika ada jabatan strategis yang lowong, selalu dilakukan penerimaan karyawan baru dan parahnya lagi penerimaan karyawannya di lakukan di daerah Jawa tidak merekrut putra daerah. Jika dikatakan SDM putra daerah kurang yah tolong dng latih kami,” kata Karman.

 

Siswa SMA
Selain mengakibatkan lumpuhnya aktivitas pertambangan, aksi mogok kerja karyawan Inco ini juga berdampak banyaknya siswa SMA di Kecamatan Wasuponda, Towuti, dan Kecamatan Malili tidak masuk sekolah karena bus milik Inco yang sehari-hari mengangkut mereka juga tidak beroperasi.
Hingga pukul 20.00 wita, aksi mogok kerja karyawan Inco ini masih berlangsung. Bupati Lutim, A Hatta Marakarma, dikabarkan akan memfasilitasi pertemuan antara pihak PT Inco dengan SP.KEP.

 

Tuntut Bonus, Karyawan PT Inco Mogok KerjaLaporan: Widyabuana.

 

Makassar, Tribun – Hari ini, sekitar 1.000 karyawan PT Inco, melakukan mogok kerja terkait dengan sejumlah tuntutan mereka. Hal ini disampaikan oleh Ketua SPSI Luwu Timur, Umar Ranggo, yang dihubungi Tribun per telepon.
Ranggo mengaku, sejumlah karyawan PT Inco mendatanginya tadi malam dan membicarakan soal pemogokan tersebut. “Salah satu tuntutannya adalah pemberdayaan tenaga kerja lokal dan bonus kerja,” katanya.

Namun, meski terjadi pemogokan, lanjut Ranggo, aktivitas kerja tidak terganggu di semua bagian unit PT Inco. Sebanyak 60,8 persen saham Perseroan dimiliki oleh Inco Limited dari Kanada, satu produsen nikel terkemuka di dunia dan 20,1 persen oleh Sumitomo Metal Mining Co.,Ltd., Jepang, sebuah perusahaan tambang dan peleburan penting. Selain itu, 20,0 persen saham PT Inco dimiliki publik dan selebihnya oleh empat perusahaan Jepang lain. (*)

 

 

 

Sekitar 500 Karyawan Inco Mogok Kerja

 

Jakarta (ANTARA News) – Sekitar 500 orang karyawan PT International Nickel Indonesia Tbk (Inco) melakukan mogok kerja di lokasi tambang nikel perseroan di Soroako, Sulawesi Selatan, dipicu oleh ketidakpuasan mereka atas “profit sharing” atau bonus yang diberikan oleh perusahaan asing tersebut.

“Mogok kerja ini dilakukan oleh mereka yang tergabung dalam serikat pekerja FSP-KEP UK PT Inco. Dari 3.400 orang karyawan yang bekerja di lokasi tambang di antaranya 500 orang melakukan mogok kerja,” kata Media Relation PT Inco, Jannus Siahaan, di Jakarta, Kamis.

Menurutnya, manajemen perseroan dan perwakilan serikat pekerja saat ini tengah membicarakan tuntutan tersebut, namun belum mencapai kesepakatan. “Bahkan bupati setempat telah menjadi mediator untuk menjembatani kepentingan kedua belah pihak,” katanya.

Jannus tidak bersedia menyebutkan berapa besar bonus atau “profit sharing” yang diminta para keryawan Inco. “Sampai saat ini kami terus melakukan pembicaraan dengan karyawan dan mudah-mudahan tercapai kata sepakat,” ujarnya.

Dia menambahkan secara keseluruhan mogok kerja tersebut tidak mengganggu operasional perusahaan. “Sebagian kegiatan pertambangan dan proses pengolahan di lokasi tambang perseroan tetap berlangsung, namun hasilnya tidak seoptimal seperti biasanya (normal),” kata Jannus.(*)

 

Copyright © 2007 ANTARA

 

Gangguan Kerja Dari Sebagian Besar Karyawan PT Inco Tbk di Sorowako

 

JAKARTA, 15 November 2007 (ANTARA) — PT International Nickel Indonesia Tbk (“PT Inco” atau “Perseroan”) hari ini melaporkan bahwa sejumlah karyawan di lokasi tambang Perseroan di Sorowako pagi ini meninggalkan pekerjaannya dalam upaya meminta Perseroan agar menerima tuntutan serikat pekerja atas tambahan kompensasi.
Mogok kerja ini dilakukan oleh mereka yang tergabung dalam Serikat Pekerja FSP-KEP UK PT Inco.
Manajemen Perseroan dan perwakilan Serikat Pekerja saat ini tengah membicarakan tuntutan tersebut namun belum mencapai kesepakatan.

Sebagian kegiatan pertambangan dan proses pengolahan di lokasi tambang Perseroan di Sorowako akan terus berlangsung. Perseroan tetap mengharapkan karyawan untuk kembali bekerja secepat mungkin.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi:

Media Relations : Jannus Siahaan (6221) 524 9000

Investor Relations : Indra Ginting (6221) 524 9002

atau: www.pt-inco.co.id

 

Copyright © 2007 ANTARA

16 November 2007 at 10:48 - Comments

Lebaran Part 3 : Matano Yatch Club

Cuaca pagi ini begitu cerah, sekalipun gurat awan sudah menampakkan rona hitam pada beberapa gumpalannya. Cuaca seperti ini yang membuat beberapa orang enggan keluar dari lipatan kain tebal dalam kamar yang hangat. Bagaimana tidak? Cuaca ini membawa hawa dingin “tanggung” yang membuat tubuh ini malas bergerak. Apalagi klo pegangmi remote tv sama ada teh hangat sama pisang goreng….behhhh lapar…

Seandainya pagi ini tidak ada acara, mungkin saya akan termasuk dalam golongan orang-orang yang saya ceritakan di atas. Yeah sebuah acara, pagi ini saya harus memenuhi janji dengan kawan-kawan untuk berenang. Kebetulan juga tempat yang dipilih cukup menarik yaitu Matano Yatch Club (MYC). MYC kami dipilih karena tempat ini difasilitasi dengan perlengkapan rekreasi pantai yang cukup lengkap, jadi kami tak sekedar renang tentunya. Setelah menyelesaikan tugas rumah, sayapun segera berangkat menuju MYC.

 

Sepanjang jalan tidak berhenti saya memperhatikan keadaan disekeliling jalan yang dilalui. Ternyata Sorowako mengalami kemajuan yang pesat disetiap tahunnya. Lihat ke kiri ada puskesmas plus, lihat ke kanan ada jogging track. Ehhh..ehh..ehh..tepat mata ini melihat ke arah Sorowako Golf Club yang berada di kanan jalan, tiba-tiba hujan deras tertumpah dari langit. Ouhhh rejeki…segera kupacu motor dengan kencang bak Vallentino Rusak di layar kaca. 10 detik pertama sudah sampai portal bumper (bumi perkemahan), 10 detik kedua sudah sampai shelter bus buton (nama jalan-red)…Fuiiihhhh…

 

Tuinggg…Anehnya..ketika roda dua ini menyentuh perempatan jalan Jawa, tiba-tiba hujan berhenti mengguyur. Dan lebih anehnya lagi ternyata daerah ini belum tersentuh hujan sama sekali..duhhh hujan lokal bro…Wahhh, malumiki de liat-liat orang-orang basah sendiri..

 

Sesampai di MYC, mata ini segera menyisir keadaan. Rupanya teman-teman sudah tiba lebih dulu. Dari kejauhan, nampak keindahan danau Matano. Keindahan yang selalu terbayang ketika di daerah rantau.

 

Supaya rekreasinya lebih mantap, kami menyewa kayak (sejenis kano – red) untuk dipakai menyusuri pantai. Kami menyewa kayak sebanyak 2 unit, yang satu berkapasitas 3 orang dan yang lainnya berkapasitas 1 orang. Karena kami berjumlah 8 orang, maka kami terpaksa bergantian.

 

Oiiya saya absent lagi, pagi itu ada pank, lies cowok yang satu ini kuliah di Jogja tapi nda pernahka’ ketemu di Jogja malah ketemunya kalo di Sorowako..Aneh…, ivan, irro, wanto, one, ichink dan ombetz.

 

Setelah mengenakan rompi pelampung, rombongan pertama  segera bersiap. Yang mendapat giliran terdiri dari ichink, wanto, irro dan ombetz. Karena penulis berada dirombongan kedua maka cerita rombongan yang pertama dicukupkan sampai disini. Lanjuuttt….

 

Akhirnya tibalah giliran kami. Saya dan ivan memakai kayak yang berkapasitas 3 orang, tapi kami hanya berdua karena lies tidak berminat. Sedangkan kayak yang kapasitas satu orang dikendarai oleh One_cool.

 

Setelah posisi duduk di kayak sudah mantap, kamipun segera mendayung menuju kearah pantai C atau  lebih dikenal dengan nama pantai kupu-kupu. Suasananya sangat menyenangkan karena gerimis tengah mengguyur. Kelentikan titik hujan ketika menyentuh permukaan danau tampak begitu mempesona. Dan ziiinngggg….

 

Teringat kembali kisah pada zaman SMU dahulu. Pada saat itu saya, asty, riri, ivan dan irro pernah berenang dari pantai ide (nama pantai-red) sampai ke pantai kupu-kupu. Suatu prestasi yang memuaskan pada saat itu. Dan akhirnya kami memproklamirkan diri sebagai team baywatchnya SMU, walaupun mendapat banyak hujatan dari beberapa fans tapi kami biasa-biasa saja tuh. *sombong+narsis mode on*

 

Kayak kamipun melintasi pantai kupu-kupu, ternyata di tempat itu sudah diramaikan oleh beberapa kelompok keluarga. Walaupun gerimis tengah mengguyur, mereka merasa seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Sebenarnya berenang dikala hujan sangat mengasyikkan karena suhu air akan terasa hangat.

 

Setelah lelah berkeliling pantai, kamipun segera memutar haluan untuk kembali ke MYC. Sesampai di MYC, tak lupa kami melakukan ritual  penting dengan kamera. Walau hanya menggunakan kamera gadget.

 

Sebenarnya ada lomba yang de bikin ombetz, tapi berhubung lombanya bukan saya pemenangnya..nda usahmi ditulis…Tapi kalau ada yg mo tulis..yeah silakan…

 

Setelah puas bermain dengan pantai, kamipun segera berkemas. Tujuan kami selanjutnya adalah makan, sebelumnya kami tadi sempat buat janji dengan wanto untuk makan mie ayam dirumahnya. Ok deh prenn… kita duluan dulu ya….

 

 

*\.special thanks to: asty yang telah membantu ijin kami memakai MYC, Mr.Mario dan Mala_Mart atas ijin yang telah diberikan, Mr.Aswar dan bapak security MYC yang telah mengawasi kami sehingga kami tidak melakukan hal-hal yang aneh….

25 October 2007 at 10:54 - Comments

Lebaran part 1 : Tour de Pontada

Tak terasa hari ini adalah hari ke-3 dari perhelatan akbar tahunan yang sangat menyenangkan, dimana jadwal kunjungan silaturahim sudah tertata dengan rapi. Hari pertama dan kedua yang lalu saya habiskan dengan mengunjungi keluarga dekat, dan hari ketiga ini adalah hari berkunjung ke rumah teman-teman SMU dahulu.

 

Pagi itu telefon rumahku berdering, dengan bergegas segera kuangkat gagang telefon dan tiba-tiba ..“Pren, jadiji kerumahnya Dian nanti malam ka?”… Suara yang tak asing bagiku, suara tenor miris menyakitkan yang terdengar… Maaf irro le’… Yeah suara saudaraku irro, teman terbaik dan hanya satu di Sorowako, milik 2003. Lalu kujawab, “OKmi bro’..sa smsko saja nanti le’”, telefon pun segera kuletakkan ke tempat semula. Hmmm, berarti yang pertama dikunjungi adalah rumahnya dian. Siip lah, sekalian keliling pontada dan melihat-lihat kompleks SMU..

Kalau dipikir-pikir dan diingat-ingat dari tahun-ketahun, apami itu. Kepanitiaan yang tersusun rapi nan apik itu terjadi jikalau kami berkunjung ke rumah teman yang satu ini. Dimana rencana dan kegiatan senantiasa berciri rapi nan apik. Mulai jam keberangkatan sampai masalah transportasi, semua sudah dipersiapkan sehari sebelumnya.

 

Sebenarnya sebelumnya saya sudah ada janji untuk ke rumah yuni terlebih dahulu bersama bitox, marini dan asty. Tapi berhubung rumah yang akan dikunjungi berdekatan, maka sekalian sajalah biar beres.

 

Setelah dari Nurutaqwa, kijang biru segera melaju untuk menjemput para penumpang dan kemudian segera meluncur ke rumah saudari yuni. Di rumah yuni, kamipun disambut dengan baik dengan suguhan air karbonasi merah yang menyegarkan. Tidak beberapa lama kemudian azanpun berkumandang, kami berdua segera beranjak menuju Al Fath Pontada, untuk sholat isya berjamaah dan juga siapa tahu berjodoh ketemu bapak-ibu guru yang masih domisili di kompleks itu. Dan beruntungnya kami bertemu pak Yudho.. Mantap…

 

Susai sholat isya, kamipun segera kembali ke rumah yuni sambil menunggu teman-teman lain untuk silaturahim ke rumah dian, sesuai dengan yang direncanakan. Setelah sampai di rumah yuni, saya baru sadar di gadgetku sudah ada tiga pesan yang masuk. Kubaca dan kupahami ketiga pesan yang bernada sama itu, ternyata saya telah berbuat satu kesalahan fatal. Saya lupa tidak menjemput teman-teman yang lain di rumah sharie kecilMatima’ iyyaSealed

 

Segeralah saya dan bitox meluncur ke rumahnya sharie kecil. Sesampainya disana, kami segera minta maaf dan memohon agar mereka bisa ikut. Kami mengerti bahwa menunggu itu sangat membosankan. Maaf le para jilbabers…bukan maksud begitueee… Murni lupa dan miss understand

 

Kamipun segera menuju rumah saudari dian. Setelah sampai di rumah yang dituju, situasi rapi nan apik mulai nampak, yang akhwat (cewek-red) duluan masuk kemudian disusul yang ikhwan (cowok-red)..Biasanya ma’dampolla kaya di kapal laut..Tongue out

 

Berhubung sudah ada tamu lebih dulu, maka kami menempati ruangan tengah dengan posisi ikhwan di sebelah kiri dekat dengan pintu tengah yang kalau dibuka lebar itu pintu tengah terjepitmi irro sama ichink.. dehh…Sealed dan akhwat disebelah kanan, sangat teratur sekali. Belum beberapa lama kami berbicara, suguhan es buah sudah tersaji dalam wadah besar dan diikuti oleh beberapa gelas kecil. Tapi anehnya semua hanya melihat dan diam, kemudian ibunya dian mempersilahkan, “Silahkan dicicipi de”. Baru kemudian beberapa akhwat mulai membagikan jatah es buah kami satu-persatu di dalam gelas. Betul-betul rapi nan apik…Biasanya nda ada komando, langsung ma’garu sampe lupa mana sendok mana gelas..Innocent

 

Setelah tamu yang lain sudah pulang, para ikhwan disilahkan untuk menempati ruang tamu. Kamipun segera ke ruang tamu, pak Adiyono sudah menunggu kami untuk sekedar ngobrol ringan sebagai salah satu orang tua dari teman kami. Supaya dinamika majelis tidak hambar, kamipun berusaha mengimbangi pembicaraan. Pertama kali “bola” dipegang ivan kemudian dioper kepada bitox dilanjutkan kepada arfan dan kemudian…ngawur ini penulisWink

 

Setiap perkataan bapak ini sungguh sangat mencerahkan mulai dari kehidupan di lingkungan kerja sampai lingkup masyarakat. Saya masih ingat ada satu statement yang menurutku mencerahkan tapi agak lucu. Begini bunyinya, “Sebaiknya adik-adik cepat lulus…Jangan terlalu lama di kampus… Mungkin kalau desember sudah cukup lama untuk kalian”….Tekkkk. Beberapa dari kami mulai mengangkat kepala dan tersenyum aneh, tidak jelas apa artinya..Sebenarnya mauka ketawa keras tapi nda enak, mau nda ketawa takut hilang moment berharganya nanti.. sudami senyum-senyum simpul saja dirumahpi baru ketawa….Laughing

 

Oiiiyaa saya lupa, saya absen dulu peserta malam itu, ada pank, bitox, ulla, ivan, ombetz, ichink, i5k, qrman, one, iksan, asty, anna, marini, sharie kecil, asmi, syufee, alfia, pipin dan dian sebagai tuan rumah.

 

Setelah beberapa saat berbincang-bincang, kamipun segera pamit untuk pulang. Sebenarnya sech setelah ini ada acara makan pizza di rumahnya sharie. Tapi berhubung saya sakit perut akut dan keesokan harinya asty dan bitox sudah harus masuk kerja pagi. Yahh, saya duluan teman-teman….Sampai jumpa di acara selanjutnya

 

Ehhh..siapa mo cerita pas makan pizza…Wink

23 October 2007 at 10:51 - Comments
kink2
waaaahhh,pas lebaran ini nih saya gak ketemu *geng* nya mbak yhan,,padahal biasanya tiap tahun ketemu =p kapan lagi ke sulawesi 3?? ...
25 December 08 at 00:00
kink2
hahaha, nyang penting saya baru baca postingannya =p met kenal juga *lho baru kenalan ya* hwakakak..
26 December 08 at 07:06

Lebaran Part 2 : Ngurah Rai bersama Bu Vinka

Entah kenapa harus bu guru yang satu ini yang kami pilih. Kalo diliat-liat, dirasa-rasa dan dirunut ide ini bermula dari ombetz sebagai ketua panitia tahun ini dengan tidak bosan-bosannya. Kalo mau tau alasannya, kenapa bu vinka? Silahkan menyakan langsung ke orang yang bersangkutan.

 

Sesuai dengan rencana panitia, kami akan berkumpul seusai sholat magrib di rumahnya saudari alfia. Tapi sodara-sodara kotaumito anak sorowako selalu datang pada waktu yang tepat alias tidak tepat waktu, datang terakhir seperti “jagoan” sinema laga di layar kaca. Lalu berkata, “Kenapa blum berangkat ko?” pasti gagah anaknya yang bilang begitu..

Akhirnya peserta berkumpul ada pank, bitox, asty, marini, ivan, irro, ichink, i5k, ithink, one, suqir, iksan, anna, ombetz, sharie kecil, nime, alfia, asmi, syufee, pipin siapa lagi le’ ada kayaknya salupa (narksis –> enable). Setelah lengkap kami segera menuju ke rumah bu Vinka. Sebagai sopir teladan saya bertanya, “Siapa yang masih ingat rumahnya bu Vinka?“, ada berbagai tanggapan dari arah belakang, “Jalan Ngurah Rai, yang pendakian itue“…. “Keliatanji itu, masih saingat-ingat jie“… “Kalo bukan nomer 9 nomor 12 mungkin itu“… “Ah nda sataumi juga salupa-lupami“…. mendengar tanggapan itu sang sopir mulai mencium bau-bau kesesatan yang nyata… kebiasaan lama always SoTak (Sok Tahu – red)

 

Kijang biru mulai melitasi depan SMU YPS tercinta, tikungan Ngurah Rai mulai terlihat di bahu kiri jalan. Suasana hening sejenak ketika mobil mulai merayap di tanjakan cukup parah itu sehingga mengharuskan sopir memasang gigi rendah. Ketika mulai terlihat satu rumah mulailah satu persatu suara-suara penumpang sayup terdengar, “Dekatmi…“… “Itu kayaknya bozzz yang ada mobilnya”… “Ahh..bukan itu kayaknya agak jauh-jauh sedikit ke dalam”…. “Behhh, yang mana ka?” Kesesatan yang nyata sudah mulai tampak sodara-sodara

 

Setelah didiskusikan sebentar akhirnya kami yakin rumahnya adalah yang nomer D09, One dan beberapa teman mulai mengetuk pintu. Teman-teman yang lain sibuk dengan kameranya berpose bak artis ta’lettu (tak sampai – red), mulai dari gaya yang fotogenik sampai fotogenit, mulai dari depan jalan raya sampai ke halaman D09 dan saya yakin seyakin-yakinnya tidak ada lagi sudut yang terlewat dari kamera itu. Klo itu kamera bisa bicara, nda taumi..menyesal mungkin jadi kamera

 

Sudah lama rasanya kami mengetuk pintu bergantian, tapi tak ada sosok yang muncul dari balik pintu itu, setelah berembuk kamipun segera naik ke mobil dan memutuskan untuk segera pulang, mungkin tidak berjodoh untuk hari ini.Tapi baru beberapa meter kendaraan kami beranjak dari D09 tiba-tiba ada yang bersuara dari arah belakang, ”Eh itu kayanya rumahnya bu Vinka, itu mobil suaminya..Departemen EHS to?” sebagai sopir perasaanku sudah tidak enak. masak salah rumah….D11 oh noo

 

Setelah memarkir mobil di depan D11, dua orang teman mulai mengetuk pintu. Dag..Digg..Duuugg…Preett…bagaimana mungkin salah? tak lama kemudian muncul sosok yang tak asing… Tedeengg… BU VINKA oiiii..suit..suit…apa maksudnya ini penulis…

 

Ternyata hadirin kasus salah rumah pecah juga… Sudah salah rumah, baterai kamera habis dirumahnya orang… Tapi itumi kelebihannya, tinggal pasang muka tembok semua beres.

 

Satu persatu kami memasuki rumah ibu guru yang satu ini. Setelah duduk manis pudink dan sirup manis mulai datang satu persatu, kemudian dilanjutkan dengan cerita panjang x lebar. Belum lama bercerita, kami mendengar ketukan pintu dari sudut ruangan. Ternyata ada tamu bu Vinka segera membukakan pintu, satu persatu mereka muncul dari balik pintu… Eh..eh..eh … Tak disangka dan diduga rupanya opa Tapo’ cs, ada mamank, helo, uphe, bothenk, rapi. Sudahmi ramenya kaya’ pasar subuh di dermaga.. pasti kacau ini

 

Sungguh dinamika obrolan malam itu nyaris tanpa ujung, setiap kami berkumpul selalu ada bahan yang menarik untuk didiskusikan. Entah kenapa kebersamaan kami selalu mengalami dejavu setiap tahunnya, tidak ada yang berubah. Ibu guruku yang satu ini terus mengingat-ingat masa SMU kami, walaupun kadang keliru menyebut nama dan angkatan. Tapi kami sangat maklum, karena setiap angkatan mempunyai roman dan rupa yang berbeda setiap tahunnya.

 

Setelah kami rasa cukup kamipun segera pamit dengan bu Vinka dan anaknya raihan dan juga anak perempuanya tapi salupa namanya, kasih nama saja beine. Diluar hujan masih cukup deras tapi kami harus cepat pulang, takut terlalu malam sampai dirumah masing-masing. Setelah selesai mengantar sampai depan rumah masing- masing ke rumah, maka selesailah tugas saya…Kemana lagi kita besok?

 

Bagaimana pren..siapa panitia tahun depan????

21 October 2007 at 10:53 - Comments

Kepulangan si Mali

Akhirnya si Mali pulang juga, setelah kelulusannya februari lalu. Sudah berapa kali dia mengatakan akan pulang tapi kagak pulang-pulang juga, “Insya Allah Maret”…”Kayaknya Juli dehh”…”Saya usahakan awal bulan depan”….itu trus yang dikatakan olehnya tapi bermakna sama alias ga niat pulang.
Bagaimana mau percaya kepulangan si Mali??dia pernah poenya rapor buruk tentang kepulangannya kepadaku. Hari itu dia mengatakan akan pulang ke Balikpapan hari senin dengan wajah serius dan sialnya aku percaya. Kuberilah dia kata-kata pamungkas perpisahan kayak d TV2 gituu. Ehh..ehh..eehhh..ga taunya hari Rabu muncul dengan wajah suprise kayak sinetron setelah sembunyi di balik pintu kamar seorang temen. Harapnya sech, ada yang tekejut tapi sayang seribu sayang saudara-saudara…ga ada yang terkejut, karena sebelumnya ada yang bocorin kalo dianya akan pulang hari kamis. Bayangin g kalian kalo ngasih kejutan trus orang ngangap biasa aj, muka merah trus ngeless sana-sini, trus degup jantung kecewa dari “dag dig dug jreeng” jadi “dunk dunk dunk croot” tiba2 merasa bodoh, yang kalau di film Cartoon jadi keledai…tuiiiing (sorry pren –> enable)…
Dan cerita selanjutnya malam Kamisnya si Mali datang mo pamit, ehhh..malah kusuruh pulang, itu yang aku katakan dengan nada biasa aja..ternyata aku ga nyadar kalo hari itu adalah malam terakhir untuknya (dankdut –> enable)…sebenarnya sech sedih makanya kusuruh pulang aja, biar keren…(sok–>active)
Ternyata kepulangan datang juga, setelah berbulan-bulan dinanti….nyesel juga ga ngucapin kata-kata perpisahan kayak sinetron diTV2, walaupun akhirnya bisa dipastikan kagok juga tapi paling tidak bisa menunjukkan rasa cinta kepada seorang teman.

Banyak hal yang ditinggalkan olehnya, mulai dari kamarku yang berantakan sampai tissue ingus (*Jorok –> Enable) dan bungkus susu yang berhamburan di kamar. Minyak kayu putih dan tissue yang habis ….dan komputer butut yang dititipkan kepadaku…hiks…(g kuat –> enable)
Dan yang paling penting ilmu yang ditinggalkannya sangat berguna bagiku, semoga ilmunya bermanfaat dan istiqomah dijalan-Nya…amien

6 September 2007 pukul 08:45 keberangkatan si Mali dengan pesawat milik si plat merah.
Mufleeh Safitra alias Mali…..hhhhhmmmmmffffffffff…..

19 September 2007 at 10:59 - Comments