<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Muhammad Arfan &#187; arfan</title>
	<atom:link href="http://muhammadarfan.mysorowako.com/tag/arfan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muhammadarfan.mysorowako.com</link>
	<description>torehan ga penting...</description>
	<lastBuildDate>Thu, 30 Apr 2009 03:58:06 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>memoar celana pendek</title>
		<link>http://muhammadarfan.mysorowako.com/2009/01/memoar-celana-pendek/</link>
		<comments>http://muhammadarfan.mysorowako.com/2009/01/memoar-celana-pendek/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jan 2009 16:00:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Arfan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Just 4 fun]]></category>
		<category><![CDATA[arfan]]></category>
		<category><![CDATA[paduan suara]]></category>
		<category><![CDATA[sorowako]]></category>
		<category><![CDATA[YPS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhammadarfan.mysorowako.com/?p=207</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu &#8216;Alaykum&#8230;.
Waahh temans&#8230; ini memoar yang tidak sengaja bangkit akibat chat dengan seorang temans jam 1 pagi.. *mangkax hati2 chat di atas jam 12 malam&#8230;.
Bermula ketika para bocah tak berdosa mengenakan celana pendek berwarna biru SMP&#8230; Kenapa gw teringat SMP bukan SMA??? itu karna bagi gw, bocah  SMP jaman itu seperti  bocah autis yang hiperaktif. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Assalamu &#8216;Alaykum&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">Waahh temans&#8230; ini memoar yang tidak sengaja bangkit akibat chat dengan seorang <a href="http://sonambelay.wordpress.com" target="_blank">temans</a> jam 1 pagi.. *mangkax hati2 chat di atas jam 12 malam&#8230;.<br />
Bermula ketika para bocah tak berdosa mengenakan celana pendek berwarna biru SMP&#8230; Kenapa gw teringat SMP bukan SMA??? itu karna bagi gw, bocah  SMP jaman itu seperti  bocah autis yang hiperaktif. Bocah yang susah membedakan mana kelakuan manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan. Klo anak SMA yang minus adalah seputar pacaran dan segala pemanis yang terkadang pahit dan membuat para orang tua merengang-rengang . Kelakuan anak SMA tu terlihat lebih halus dan elegant karena dah  malu ma umur, bulu dan jenggot&#8230; tapi dampak kerugian materil immateril sangat besar dan luas&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Ahhh suud, enaknya memang bercerita tentang bocah SMP karena kelakuannya lebih bervariasi dan terkesan lugu a.k.a bego&#8230; dah tau bego di umbar-umbar lagi&#8230; &#8220;tadi pagi gw tabok kepala si budi&#8221;&#8230; &#8220;tadi pas istirahat si budi bonyok kita keroyok di toilet&#8221;&#8230; &#8221; yesss, tadi pas masuk kelas itunya si Tuti berhasil gw pegang-pegang lho&#8221;&#8230;  oooo dasar bocah,  cuma megang doank bangganya kek nemuin rumus fisika&#8230; cuiiih <span style="text-decoration: line-through;">*napa pank?? loe seneng sama si tuti ya??*</span>&#8230; hi5x&#8230; Pokokx SMP jaman itu lengkap deh <span style="text-decoration: line-through;">penjahatnya</span>&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-207"></span>inilah satu cerita gw jaman SMP dulu yang masih terekam di kepala&#8230; *klo ada yg mau nambahin bolehlah&#8230; gw kasih judul, biar nyaman kek nonton doraemon&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Paduan Suara Berdarah&#8230;</strong>*serem amat yak..<strong><br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Bulan Mei 2000 lomba paduan suara antar kelas  itu dihelat tak terkecuali kelas kami, kelas 3E. Akhirnya, hasil <span style="text-decoration: line-through;">jerih-payah </span>latihan kami selama beberapa minggu akan kami tunjukkan di atas panggung <span style="text-decoration: line-through;">super megah</span>.  Dan tak tanggung-tanggung sebelum acara dimulai kami datang lebih awal untuk sekedar latihan  terakhir dan memastikan bahwa kami layak  menjadi  jawara paduan suara tahun ini. Tidak lupa kami menggabungkan tangan sambil berteriak keras.. &#8220;3E&#8230; Yessssss, yang lain siiikatttt&#8221;&#8230; agar terlihat heroik dan bisa menciutkanl lawan&#8230; he5x</p>
<p style="text-align: justify;">Kamipun melenggang angkuh menuju ke lokasi acara yang dihelat untuk sekedar mencari posisi strategis <span style="text-decoration: line-through;">paling belakang</span> skalian mengambil nomer urut, dan entah beruntung atau tidak kami mendapat nomer urut kedua dari akhir&#8230; jadi bisa mencemooh peserta yang lain yang tampil duluan&#8230;.*masih sombong critanya&#8230;. hi5x</p>
<p style="text-align: justify;">Peserta pertama tampil hebat, 3E mencemooh sombong &#8220;ha5x, suaranya kek paduan suara kodok rawa&#8221; &#8230;. peserta selanjutnya mengkolaborasikan suara 1,2 dan 3&#8230;  &#8220;ahh kenapa ada paduan suara sahut-sahutan kek di kandang ayam??&#8221;&#8230; ituuuulaah,  sejatinya yang terjadi&#8230; walaupun sibuk mencemooh, wajah para pencemooh sudah mulai pucat pasi semenjak penampilan peserta awal&#8230;. secara komposisi suara peserta lain sungguh mencengangkan  dan menjatuhkan mental lawan, mereka bahkan nekat pakek acara mempersembahkan puisi-puisi heroik pertengahan lagu&#8230;  sungguh berbeda dengan kelas kami yang minimalis polos tanpa dosa variasi, inilah cemoooh yang sejatinya berurai air mata&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Satu persatu peserta tampil dengan spektakuler. Kamipun sudah mulai ciut nyali, rendah diri, jatuh ambruk, mati gaya, pucat pasi, demam panggung, dll&#8230;  makin dekat giliran kami, suara cemooh teman-teman semakin redup&#8230; gw mulai lega&#8230; akhirnya mereka sadar akan kesombongan yang tidak perlu, Tooh  akhirnya sadar diri karena  mulai pandai ukur diri&#8230; Tapi kok lama-lama  gw curiga juga karena sama sekali ga ada suara dari arah belakang dan akhirnya iseng melihat barisan kursi paling belakang&#8230;. teee deennngg&#8230;Argghhh, teman-teman gw dah pada hilang smua&#8230; bahkan sang dirigen yang ngetok palu ikut hilang juga dari bibir panggung&#8230; *panik mode on&#8230; mana mo tampil lagi&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Dari kejauhan kulihat samar-samar sekelompok manusia yang mencurigakan yang ternyata teman-teman gw&#8230; Mereka ternyata sedang dilanda demam panggung sedemam-demamnya&#8230;. &#8220;nda usahmiki maju, pasti kalah pren..&#8221;&#8230; &#8220;Yoiii, daripada bikin malu-malu group, mending nda usah tampil&#8221;&#8230; temen-temen gw udah pada goyah.. runtuhlah kesombongan.. cemas kek ayam mau dipotong. Serasa tak percaya kalo ga jadi tampil&#8230; waktu dan tenaga terbayar dengan tidak tampil, ga ikhlas rasanya&#8230;.  trus gw bilang, &#8220;Udah tampil aja, kita ndak perlu menang kok kawan.. yang penting kita bisa tunjukin kalau kita bisa&#8221;&#8230; seakan menyuntikkan semangat yang menyehatkan untuk temen-teman gw kembali&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Ditengah keraguan yang melanda, muncullah sedikit harapan untuk melanjutkan perjuangan&#8230; ehhhh&#8230; ehhh&#8230; ehhh&#8230; mental bersambut, datang lagi si penjahat dengan ketus, &#8220;gw ga mau maju, bikin malu-malu saja!!&#8221; &#8230;. &#8220;pokoknya siapa yang maju ke atas panggung&#8230; pacaran dengan si wati.. kalau yang cewek sa kasih kawin  sama budi&#8221;&#8230; sebut saja wati dan budi, konon kabarnya mereka adalah icon orang terjelek/terburuk di sekolah ini <span style="text-decoration: line-through;">dapat dibuktikan dengan terbitnya sertifikat</span>&#8230; Teman-temanku memang terkenal tega dan sadis, Fir&#8217;aun lewat deh.. si budi dan wati sudah menyandang predikat ini bertahun-tahun lamanya, mungkin semenjak playgroup. Mereka sering dijadikan tumbal dari sebuah peristiwa&#8230; yeahhh kek gini nech.</p>
<p style="text-align: justify;">Mendengar nama Wati dan Budi disebut-sebut teman-teman gw pada rusuh dan heboh, &#8220;wiiii budii.. beee wati&#8230;.nda moka ahhh!!&#8230; saya juga!.. apalagi saya pren!&#8230; Watii??astaaagaaa.. Budii??naucubila&#8230;jijai tralala&#8230;&#8221;&#8230; ambrukkk sudah mental mereka apalagi setelah disangkut-pautkan dengan keberadaan budi dan wati yang secara hierarki ga ada sangkut-pautnya dengan peristiwa ini&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kami harap paduan suara kelas 3E  untuk segera naik ke panggung&#8221;&#8230; Kelas kami ternyata sudah dipanggil berkali-kali. Wali kelas mendekati kami dengan wajah bengis hendak mengunyah mangsa, malu dan takut kini melanda. Arghh, sekali hancur  sajalah&#8230;. &#8220;Woiii pren&#8230; larimiki saja&#8230; moko disikatkah???&#8221;&#8230; Siaall, Maka berlarilah kami secara berjamaah, tak kurang dari 20an orang saat itu&#8230; Kamipun melakukan tawaf keliling sekolah yang luasnya 3 kali lapangan sepak bola&#8230; Makin capek rasanya karena kami sambil tertawa dan mengeluarkan air mata dosa&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;nda papa pren, yang penting sama-samaki&#8221;,  teriakan heroik sesat salah seorang kawan yang menguatkan tindakan kami&#8230; sabda pamungkaspun keluar untuk  berlindung dibalik kesakralan kata &#8220;Setia Kawan&#8221;&#8230; yang kata slank, &#8220;makan ga maka asal kumpul&#8221;&#8230;  . yang kata orang bugis,&#8221; elok manenni mandre ladang asala sibawa-bawa muakki&#8221;&#8230; tidak mengapa kita hanya makan cabe/sambal/kesulitan, yang penting kita terus bersama&#8230;romantis kale yak?? kek anang dan krisdayanti&#8230; <span style="text-decoration: line-through;">hi5x</span>&#8230; Pernah ga sech Lari berjamaah ber-20 orang, mo sembunyi dimana pasti keliatan&#8230; Sebenarnya wali kelas gw tidak berniat mengejar kami, beliau hanya menunjukkan bahwa beliau tidak suka dengan kelakuan kami.. Kami tak berani menatap wajahnya bengis tapi memelas sedih.. mimpi apa punya murid kek kecebong kolam . Kami hanya berani lari tanpa henti walaupun sebenarnya tak ada yang mengejar.  Dan celakanya gw jatuh gara-gara karena tidak melihat tong sampah samping kantin&#8230; inilah <strong>paduan suara berdarah</strong>&#8230; *kaki gw yang berdarah&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi gw berpikir lain&#8230; Bagaimana perasaan wali kelasku ketika di ruang guru disindir rekan-rekan guru yang lain?? Oooo murid-muridku ga biasa dipanggung yang ga spektakuler.. Oooo mereka kelelahan latihan.. entah pembelaan macam apa yang diberikan oleh wali kelasku untuk menutup aib kami yang memalukan sekolah, bangsa dan tanah air. Seandainya gw jadi wali kelas pada saat itu, gw akan menangkap mereka satu-persatu trus ku masukin got.. masuk penjara nda masalah, asal si kecebong tau rasa&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Ahhhh sud!!!&#8230; mungkin dulu kami lebih butuh pembinaan mental dan pelurusan makna &#8220;setia kawan&#8221; lebih lanjut daripada sekedar belajar fisika atau matematika&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">*mohon maap g ada skrinsyut, soalx kejadian jadul&#8230; tapi klo ada yang kirim foto jadul..senang hati gw terima&#8230;*</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhammadarfan.mysorowako.com/2009/01/memoar-celana-pendek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
